Dalam pembicaraan tersebut juga muncul kekhawatiran terkait proses hukum yang menimpa sejumlah kader NasDem. Meski demikian, tidak ada penjelasan lebih jauh mengenai substansi pembahasan tersebut.
Peran Safri Dinilai Semakin Strategis
Meningkatnya intensitas pertemuan Safri dengan elite politik memunculkan penilaian bahwa perannya kini semakin meluas.
Sebelumnya, komunikasi politik antara Presiden dan partai-partai koalisi lebih banyak dijembatani Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Namun belakangan sejumlah elite partai disebut mulai mencari jalur komunikasi alternatif karena merasa mekanisme yang ada belum berjalan optimal.
Momentum demonstrasi nasional beberapa waktu lalu juga disebut menjadi titik perubahan. Saat itu, Safri tampil menyampaikan pernyataan resmi pemerintah sehingga dianggap memiliki posisi yang semakin sentral dalam lingkaran kekuasaan.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan bahwa aktivitas politik seorang Menteri Pertahanan tetap memunculkan pertanyaan mengenai batas kewenangan jabatan, terlebih pertemuan dilakukan di lingkungan Kementerian Pertahanan pada jam kerja.
Hubungan Lama dengan Prabowo
Kedekatan Safri dengan Prabowo bukanlah hal baru. Keduanya telah saling mengenal sejak menempuh pendidikan di Akademi Militer.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres, Safri juga berperan dalam tim asistensi yang membantu proses transisi pemerintahan, termasuk penyusunan konsep Asta Cita, nomenklatur kabinet, hingga komunikasi dengan berbagai pihak.
Podcast tersebut juga mengungkap bahwa nama Safri sempat masuk dalam pembahasan internal Partai Gerindra sebagai calon Sekretaris Jenderal bahkan Ketua Harian partai. Namun pada akhirnya posisi Sekjen diberikan kepada Sugiono sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan partai menuju Pemilu 2029.
Meski memiliki hubungan yang sangat dekat, sejumlah narasumber menyebut hubungan Safri dan Prabowo tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa momentum politik sebelumnya, keduanya disebut pernah mengalami perbedaan pandangan, termasuk saat nama Safri sempat dipertimbangkan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
Di tengah dinamika tersebut, pertemuan Safri dengan berbagai elite partai dipandang sebagai sinyal bahwa jalur komunikasi politik di pemerintahan Prabowo tengah mengalami penyesuaian. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai tujuan utama rangkaian pertemuan tersebut.