PETAPOLITIK.ID – Peluncuran buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen” karya Rocky Gerung dan Erlangga Pribadi Kusman menjadi ajang diskusi mengenai relevansi ajaran Marhaenisme dalam menjawab tantangan sosial, pendidikan, hingga keadilan bagi generasi muda Indonesia.
Acara yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, akademisi, mahasiswa, dan sejumlah tokoh nasional itu mengangkat tema Revisiting Marhaenisme. Dalam sambutannya, Pramono menilai nilai-nilai Marhaenisme masih relevan sebagai pijakan membangun kebijakan yang berpihak kepada masyarakat lapisan bawah.
Pramono mengaku memiliki hubungan panjang dengan Rocky Gerung sejak masa pergerakan mahasiswa. Ia bahkan menyebut Rocky sebagai sosok visioner yang kerap mampu membaca arah perkembangan politik dan sosial jauh sebelum menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Tokoh Islam dalam Politik Indonesia: Kisah Perjuangan, Konflik, hingga Perebutan Dasar Negara
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mempertahankan bahkan memperluas anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan.
Menurutnya, layanan kesehatan di Jakarta tetap menjadi prioritas melalui puluhan rumah sakit, puskesmas, hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dapat diakses masyarakat.
Di bidang pendidikan, Pemprov DKI juga terus menyalurkan berbagai program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.
Baca Juga: Demokrasi Indonesia dan Partai Politik: Mengapa Korupsi Justru Marak di Era Reformasi?
Pramono juga mengungkapkan bahwa mulai tahun depan Jakarta akan memiliki skema beasiswa serupa LPDP daerah bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
“Kami ingin anak-anak dari keluarga yang selama ini tidak memiliki kesempatan juga bisa memperoleh pendidikan terbaik,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Pramono turut memberikan apresiasi terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaku terkesan setelah mengunjungi salah satu Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan yang menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu, putus sekolah, hingga anak jalanan.
Menurutnya, perubahan yang dialami para siswa sangat terlihat, baik dari kemampuan akademik maupun kepercayaan diri mereka.
Artikel Terkait
Menguak Sejarah Demokrasi Indonesia: Alasan Mengejutkan Kenapa Banyak Partai Politik Malah Suburkan Korupsi!
Kenaikan Gaji PNS 2025 Dikabarkan Mulai Oktober, Bagaimana Nasib Gaji Pensiunan?
Kenaikan Gaji ASN 2025 Belum Diputuskan, Ini Penjelasan KemenPAN-RB Soal Perpres 79 Tahun 2025
Perpres 46 Ubah Wewenang Pelaku Pengadaan, PA Kini Bisa Ambil Diskresi dan Putuskan Penunjukan Langsung
Aturan Baru Perpres 46 Tahun 2025 Sah! Proyek Pengadaan Langsung Naik Rp400 Juta, Simak Poin Pentingnya!