Meski demikian, komunikasi tersebut dipandang bukan sebagai negosiasi politik semata. Pertemuan lebih diarahkan sebagai ruang membangun saling pengertian sekaligus membuka peluang kerja sama apabila terdapat kepentingan nasional yang harus didahulukan.
Koordinasi dengan Partai Politik
Dalam diskusi juga dijelaskan bahwa setiap langkah Presiden tetap berjalan dalam semangat kerja tim. Meski memiliki ruang mengambil inisiatif, komunikasi dengan partai pendukung tetap menjadi bagian penting dari proses politik.
Pendamping dalam setiap pertemuan disebut bersifat situasional. Presiden bisa saja hadir sendiri atau didampingi tokoh partai sesuai kebutuhan dan kesepakatan yang berkembang menjelang agenda tersebut.
Fokus utama dari seluruh rangkaian pertemuan adalah membangun komunikasi yang lebih cair melalui dialog yang diawali dengan silaturahmi dan pembicaraan ringan sebelum berkembang pada isu-isu yang lebih strategis.
Perkuat Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Selain membangun hubungan personal antar-elite, safari politik juga dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan parlemen.
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, hubungan antara lembaga eksekutif dan legislatif tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus saling berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintahan berlangsung efektif sesuai amanat konstitusi.
Meski demikian, para narasumber mengingatkan bahwa sinergi tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah. Justru parlemen tetap diharapkan menjalankan tugas kontrol agar setiap kebijakan negara semakin berkualitas dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Melalui Safari Politik Jokowi, muncul harapan agar komunikasi politik nasional semakin dewasa. Perbedaan pilihan politik diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi kerja sama dalam membangun pemerintahan yang stabil, demokratis, dan mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.