Berdasarkan pengalamannya menempuh pendidikan di Amerika Serikat dan Inggris pada pertengahan 1980-an, ia mengaku belum mengenal penggunaan Times New Roman pada komputer pribadi saat itu.
Menurutnya, teknologi komputer dan sistem pencetakan digital pada masa tersebut masih menggunakan perangkat berbasis DOS dengan printer dot matrix. Karena itu, ia menilai isu mengenai jenis font patut diuji melalui pendekatan ilmiah, bukan sekadar perdebatan opini.
Selain font, ia juga mengaku mempertanyakan sistem penomoran ijazah yang beredar. Namun, Prof. Tono menegaskan bahwa pertanyaan tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan keaslian ataupun kepalsuan dokumen tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Minta Uji Ilmiah Dilakukan Secara Terbuka
Prof. Tono berharap pihak kepolisian membuka secara transparan metode pemeriksaan yang digunakan dalam menyimpulkan suatu dokumen identik atau tidak.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui prosedur, metodologi, ahli yang dilibatkan, hingga objek pembanding yang digunakan dalam proses pemeriksaan.
Baca Juga: Sistem Politik Indonesia Jadi Kunci Masa Depan Bangsa, Pakar Ungkap Pentingnya Edukasi Politik
Ia juga menyebut apabila diperlukan pemeriksaan secara analog, maka dokumen asli beserta dokumen pembanding harus dihadirkan sehingga seluruh proses dapat diuji secara objektif.
Di sisi lain, ia mengapresiasi pendekatan ilmiah yang dilakukan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan timnya. Menurutnya, prosedur digital image processing yang digunakan masih berada dalam koridor metodologi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, meski hasil akhirnya tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan independen.
Prof. Tono menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan membela individu tertentu, melainkan memastikan proses pembuktian berjalan secara adil, transparan, dan sesuai kaidah sains. Ia berharap persidangan nantinya mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pembelajaran penting mengenai pentingnya pembuktian berbasis ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan polemik yang menyita perhatian publik.
source: @forumkeadilanTV