Bahkan, Prabowo menyebut target ideal pemerintah adalah mewujudkan balanced budget atau APBN berimbang tanpa defisit.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah juga akan memperkuat upaya menutup berbagai kebocoran anggaran, mulai dari praktik manipulasi administrasi, under invoicing, hingga ketidakefisienan belanja negara.
Prabowo turut menyinggung pemanfaatan sistem digital melalui GovTech yang mengintegrasikan berbagai kementerian dan lembaga dalam satu jaringan.
Menurutnya, sinkronisasi sistem tersebut diperkirakan mampu mengurangi kebocoran belanja negara hingga sekitar 40 persen.
Baca Juga: Sistem Politik Indonesia Terungkap, Begini Cara Input dan Output Membentuk Arah Demokrasi Nasional
Di akhir arahannya, Presiden mengapresiasi kinerja para menteri dan kepala lembaga yang dinilai mampu bekerja cepat dan efisien. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah harus tetap waspada terhadap kemungkinan skenario terburuk akibat konflik global.
Prabowo berharap perang di Timur Tengah tidak berlangsung berkepanjangan. Namun, pemerintah tetap diminta menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga apabila situasi internasional semakin memburuk.
source youtube Official iNews