politik

Konservatisme Agama di Media Sosial Dominasi Percakapan, Penelitian UIN Jakarta Ungkap Faktanya

Senin, 6 Juli 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi percakapan mengenai isu keagamaan di media sosial. Penelitian PPIM UIN Jakarta menunjukkan narasi konservatisme menjadi yang paling dominan dan lebih mudah viral di ruang digital.

Pentingnya Moderasi Beragama

Penelitian turut mengingatkan bahwa tidak ada larangan bagi seseorang untuk memiliki pandangan konservatif. Namun, sejumlah akademisi menilai bahwa sikap konservatif memiliki potensi berkembang ke arah yang lebih ekstrem apabila tidak diimbangi dengan ruang dialog dan keterbukaan.

Karena itu, para peneliti merekomendasikan beberapa langkah untuk memperkuat moderasi beragama di Indonesia.

Pertama, pemerintah dinilai perlu menyusun kebijakan yang lebih spesifik dalam menangani penyebaran narasi konservatif di media sosial tanpa mengabaikan prinsip kebebasan berekspresi.

Kedua, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu merangkul seluruh kelompok, termasuk kelompok konservatif, agar tidak muncul rasa terpinggirkan yang justru berpotensi memperbesar polarisasi.

Ketiga, keterlibatan perempuan dalam berbagai program moderasi beragama perlu terus diperkuat mengingat tingginya partisipasi mereka dalam percakapan keagamaan di media sosial.

Keempat, penggunaan influencer dalam kampanye moderasi beragama sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga efektivitas mereka dalam menyebarkan pesan yang mampu membangun dialog, toleransi, dan kehidupan beragama yang damai di ruang digital.

 

source youtube PPIM UIN Jakarta

Halaman:

Tags

Terkini