PETAPOLITIK.ID - Dugaan adanya upaya penggembosan demo mahasiswa yang mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Sejumlah narasumber mengungkap adanya mobilisasi aksi tandingan yang disebut melibatkan kader partai politik, pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga kelompok masyarakat yang dijanjikan imbalan uang untuk mengikuti demonstrasi pendukung MBG.
Temuan tersebut diungkap dalam pembahasan kanal Bocor Alus Politik Tempo. Berdasarkan penelusuran di lapangan, peserta aksi pendukung MBG tidak seluruhnya berasal dari kelompok mahasiswa. Sebagian merupakan karyawan dapur SPPG yang mengaku mengikuti aksi karena berkaitan dengan keberlangsungan pekerjaan mereka, sementara sebagian lainnya mengaku diajak mengikuti demonstrasi dengan iming-iming uang dan bingkisan.
Dugaan mobilisasi ini semakin menguat setelah sejumlah narasumber menyebut adanya keterlibatan kader Partai Gerindra dalam mengawal narasi dukungan terhadap program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disebut sebagai bagian dari upaya merespons kritik yang terus bermunculan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Sejarah Partai Politik di Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Reformasi, Ini Perjalanan Panjangnya
Dugaan Mobilisasi Aksi Pendukung MBG
Reporter Tempo yang melakukan penelusuran menyebut banyak peserta aksi pendukung MBG berasal dari lingkungan SPPG atau dapur penyedia makanan bergizi gratis. Mereka mengaku hadir karena merasa program tersebut berkaitan langsung dengan mata pencaharian mereka.
Selain itu, ditemukan pula peserta aksi yang berasal dari komunitas keagamaan. Mereka mengaku diajak oleh seseorang yang tidak begitu dikenal dengan janji memperoleh uang sekitar Rp80 ribu. Namun, setelah aksi selesai, sebagian peserta hanya menerima Rp50 ribu disertai sembako dan suvenir.
Narasumber lain menyebut terdapat anggota DPR maupun DPRD yang ikut mengawal jalannya aksi dukungan MBG di berbagai daerah. Bahkan di beberapa wilayah, disebut terjadi tekanan kepada pemerintah daerah agar demonstrasi penolakan MBG tidak dibiarkan berkembang tanpa adanya aksi tandingan.
Baca Juga: Mengapa Partai Politik Penting di Indonesia? Ini Peran dan Fungsinya dalam Negara Demokrasi
Pemerintah Dinilai Berupaya Meredam Gerakan Mahasiswa
Dalam pembahasan tersebut juga diungkap bahwa pemerintah dinilai melakukan berbagai pendekatan untuk meredam gelombang demonstrasi mahasiswa yang belakangan mengkritik tata kelola MBG dan sejumlah kebijakan pemerintah lainnya.
Salah satunya melalui pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sekitar 2.600 rektor, guru besar, dan akademisi. Dalam forum tersebut, Presiden memaparkan berbagai program pemerintah selama berjam-jam serta menjelaskan bahwa mahasiswa dinilai belum melihat kebijakan pemerintah secara utuh.
Sejumlah akademisi yang hadir menangkap adanya pesan agar kampus ikut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai program-program pemerintah sehingga aksi demonstrasi tidak semakin meluas.
Baca Juga: Mengenal Partai Politik di Indonesia: Sejarah, Ideologi, hingga Tokoh yang Memimpinnya
Selain itu, pemerintah juga disebut beberapa kali mengumpulkan rektor dan akademisi ketika situasi politik maupun ekonomi sedang memanas. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari komunikasi politik pemerintah kepada kalangan kampus.