politik

Dugaan Penggembosan Demo Mahasiswa dan MBG Menguat, Gerindra Disebut Kerahkan Aksi Tandingan

Selasa, 7 Juli 2026 | 12:00 WIB
Demo mahasiswa yang mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut bukan hanya mendapat respons dari pemerintah, tetapi juga dihadapkan pada aksi tandingan. Sejumlah temuan mengungkap dugaan mobilisasi peserta aksi pendukung MBG yang melibatkan karyawan SPPG hingga kader partai.

BEM Bersatu hingga Dugaan Pemecahan Gerakan Mahasiswa

Laporan Tempo juga menyoroti kemunculan kelompok BEM Bersatu yang secara terbuka mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran kelompok tersebut menuai sorotan setelah sejumlah kampus membantah keterlibatan organisasi mahasiswanya dalam deklarasi tersebut.

Beberapa mantan pengurus BEM menilai kemunculan organisasi itu justru memperkeruh persepsi publik terhadap gerakan mahasiswa. Mereka menduga keberadaannya dimanfaatkan untuk memecah konsolidasi aksi mahasiswa yang sebelumnya berlangsung secara organik.

Di sisi lain, sejumlah narasumber menyebut pemerintah memilih pendekatan nonrepresif terhadap demonstrasi mahasiswa. Menurut mereka, tindakan keras justru berpotensi menurunkan citra pemerintah di tengah kondisi ekonomi yang sedang mendapat sorotan publik.

Baca Juga: Culture War Adalah Apa? Memahami Perang Ideologi Liberal dan Konservatif yang Ramai Dibahas

Isu PDIP Ikut Menggerakkan Demo Dibantah

Dalam pembahasan yang sama, muncul pula dugaan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) berada di balik aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. Dugaan itu muncul setelah beredar foto politikus Andi Widjajanto berada di sekitar lokasi demonstrasi mahasiswa Universitas Indonesia.

Namun Andi Widjajanto membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan hanya berada di sekitar lokasi karena sedang makan siang dan sempat berbincang singkat dengan mahasiswa. Menurutnya, tidak ada upaya menggerakkan aksi demonstrasi.

Narasumber dari PDIP juga menegaskan partainya memang sering berdiskusi dengan akademisi maupun kelompok masyarakat sipil terkait berbagai isu, termasuk MBG. Namun diskusi tersebut disebut sebatas penyusunan kajian berbasis data dan bukan untuk mengorganisasi demonstrasi.

Di sisi lain, sejumlah politikus koalisi disebut sempat meminta PDIP memperjelas posisinya sebagai oposisi atau pendukung pemerintah. Dugaan adanya arahan politik untuk mengkritik PDIP juga muncul dari sejumlah narasumber, meski seluruh tuduhan tersebut telah dibantah oleh pihak-pihak yang disebut terlibat.

Source:@tempovideochannel

Halaman:

Tags

Terkini