Meski banyak contoh kelam dalam sejarah, politik tetap menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.
Harga bahan pokok, pajak, subsidi BBM, kurikulum pendidikan, layanan kesehatan, hingga keamanan masyarakat merupakan hasil dari kebijakan politik.
Tanpa adanya sistem politik dan hukum, sebuah negara akan kehilangan aturan yang menjaga ketertiban. Akibatnya, masyarakat akan kembali hidup dalam situasi di mana yang kuat menguasai yang lemah.
Karena itu, politik sebenarnya hanyalah alat. Seperti mesin pada sebuah kendaraan, kualitas hasil akhirnya sangat bergantung pada siapa yang mengoperasikannya.
Baca Juga: Culture War Adalah Apa? Memahami Perang Ideologi Liberal dan Konservatif yang Ramai Dibahas
Banyak orang merasa suara mereka tidak memiliki pengaruh terhadap jalannya pemerintahan. Padahal, sikap apatis justru membuka ruang bagi orang-orang yang hanya mengejar kepentingan pribadi untuk menguasai kekuasaan.
Dalam sistem demokrasi, masyarakat memiliki peran penting melalui hak pilih, pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, hingga keberanian menyampaikan kritik secara konstruktif.
Setidaknya ada tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, yakni memahami isu politik yang berkembang, berani mengawasi serta mengkritisi kebijakan pemerintah, dan menggunakan hak pilih secara cerdas berdasarkan rekam jejak serta program yang ditawarkan calon pemimpin.
Dengan demikian, politik tidak lagi menjadi alat segelintir elite, melainkan sarana bersama untuk membangun kehidupan yang lebih adil.
Sebagaimana kutipan terkenal dari Plato, "The price of apathy towards public affairs is to be ruled by evil men." Artinya, harga yang harus dibayar karena tidak peduli terhadap urusan publik adalah dipimpin oleh orang-orang yang tidak baik.
source youtube All About Sejarah