PETAPOLITIK.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak gejolak global, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dan pangan. Salah satu langkah yang diminta untuk dikaji adalah penghematan BBM, termasuk kemungkinan penerapan work from home (WFH) dan pengurangan hari kerja.
Dalam arahannya kepada para menteri dan kepala lembaga, Prabowo menegaskan Indonesia memang berada dalam kondisi yang relatif aman. Namun, pemerintah tidak boleh lengah menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
Menurut Prabowo, konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.
Baca Juga: Perdebatan IMF, BRICS, dan Ekonomi Indonesia Memanas, Pengamat Soroti Sinyal Pemerintah ke Investor
Prabowo mengatakan Indonesia telah memiliki berbagai rencana untuk menjaga ketahanan energi. Namun, menurutnya, langkah proaktif tetap diperlukan melalui penghematan konsumsi BBM di berbagai sektor.
Ia mencontohkan sejumlah kebijakan yang diterapkan Pakistan saat menghadapi situasi yang dinilai kritis. Negara tersebut menerapkan sistem kerja dari rumah bagi 50 persen pegawai pemerintah maupun swasta, memangkas hari kerja menjadi empat hari, hingga mengurangi penggunaan kendaraan dinas.
Selain itu, Pakistan juga menghentikan pembelian kendaraan baru, pendingin ruangan, dan berbagai belanja pemerintah yang tidak bersifat mendesak. Seluruh perjalanan dinas luar negeri serta kegiatan seremonial yang menggunakan anggaran negara turut dibatasi sebagai bagian dari langkah efisiensi.
Baca Juga: Purbaya Yudi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 6 Persen, Ini Strategi Pemerintah
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi Indonesia apabila kondisi global semakin memburuk.
Presiden menilai pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah mampu mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.
Dengan berkurangnya mobilitas aparatur sipil negara (ASN) maupun pejabat menuju kantor, penggunaan bahan bakar dapat ditekan sekaligus mengurangi kemacetan di berbagai kota besar.
Karena itu, Prabowo meminta para menteri koordinator membahas kemungkinan penerapan kebijakan serupa apabila dibutuhkan sebagai bagian dari strategi efisiensi nasional.
Selain efisiensi energi, Presiden juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara. Ia berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dikelola secara lebih disiplin sehingga defisit tidak terus bertambah.