PETAPOLITIK.ID - Belajar politik dinilai bukan lagi sekadar urusan pejabat atau partai politik. Seorang konten kreator yang selama ini dikenal membahas finance, bisnis, dan makroekonomi mengungkap alasan mengapa kini mulai fokus membahas politik. Menurutnya, hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan politik, mulai dari lahir hingga meninggal dunia.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, ia mengaku banyak pihak mempertanyakan perubahan arah kontennya. Bahkan, ia mengaku sempat menerima berbagai tawaran dari partai politik, instansi pemerintah, hingga proyek kerja sama dengan pejabat. Meski demikian, ia menegaskan tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi politik masyarakat Indonesia.
Menurutnya, belajar politik merupakan kebutuhan setiap warga negara karena keputusan politik berdampak langsung terhadap ekonomi, bisnis, kesempatan kerja, hingga kesejahteraan masyarakat. Ia bahkan mengaku menyesal baru menyadari pentingnya memahami politik saat usianya menginjak 30 tahun.
Baca Juga: Sejarah Partai Politik di Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Reformasi, Ini Perjalanan Panjangnya
Politik Tidak Hanya Soal Pemerintahan
Dalam penjelasannya, ia mengatakan banyak orang memiliki persepsi bahwa politik identik dengan pemerintah, korupsi, atau perebutan kekuasaan. Padahal, secara sederhana politik merupakan ilmu mengenai bagaimana seseorang memengaruhi situasi atau orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.
Ia menyebut politik sebagai bentuk power play, yakni serangkaian aktivitas untuk memperoleh pengaruh. Konsep tersebut, menurutnya, hadir dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sejak seseorang masih bayi.
Sebagai contoh, bayi yang menangis saat lapar sebenarnya sedang menggunakan cara tertentu agar kebutuhannya dipenuhi. Dari situ, menurutnya, setiap manusia sudah mulai belajar memahami bagaimana memengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Baca Juga: Mengapa Partai Politik Penting di Indonesia? Ini Peran dan Fungsinya dalam Negara Demokrasi
Empat Tingkatan Politik dalam Kehidupan
Ia kemudian membagi politik menjadi empat tingkatan.
Pertama adalah personal politics, yaitu kemampuan mengelola diri sendiri. Contohnya memotivasi diri agar tetap disiplin berolahraga, belajar, atau mengendalikan emosi demi mencapai tujuan tertentu.
Kedua adalah interpersonal politics, yakni kemampuan memengaruhi orang lain. Dalam dunia kerja, seseorang harus memahami psikologi komunikasi, pemilihan kata, hingga cara memberikan kritik agar lawan bicara terdorong memperbaiki kinerjanya.
Menurutnya, pendekatan yang baik jauh lebih efektif dibanding memberikan kritik secara kasar. Tujuan utama komunikasi adalah membuat orang lain bersedia bekerja sama secara sukarela.
Organizational Politics Menentukan Karier
Artikel Terkait
Safari Politik Jokowi Jadi Sorotan, Dinilai Jadi Kunci Cairkan Ketegangan Politik dan Buka Jalan Bertemu Prabowo
Politik Identitas Masih Jadi Ancaman? Guru Besar Unhas Ungkap Cara Cegah Polarisasi di Indonesia
Pancasila dan Agama Bertentangan? Pakar Tegaskan Identitas Politik Beda dengan Politik Identitas
Mengapa Partai Politik Penting di Indonesia? Ini Peran dan Fungsinya dalam Negara Demokrasi
Sejarah Partai Politik di Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Reformasi, Ini Perjalanan Panjangnya