Belajar Politik Jadi Kunci Sukses? Konten Kreator Ini Sebut Nasib Hidup Ditentukan Keputusan Politik

photo author
Bachtiar Tatag P, PetaPolitik.id
- Selasa, 7 Juli 2026 | 13:20 WIB
Sebelum terlambat, pahami mengapa belajar politik bukan hanya urusan pejabat atau partai. Seorang konten kreator mengungkap bahwa hampir semua aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, karier, bisnis, hingga kondisi ekonomi—ditentukan oleh keputusan politik yang diambil para pemimpin.
Sebelum terlambat, pahami mengapa belajar politik bukan hanya urusan pejabat atau partai. Seorang konten kreator mengungkap bahwa hampir semua aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, karier, bisnis, hingga kondisi ekonomi—ditentukan oleh keputusan politik yang diambil para pemimpin.

PETAPOLITIK.ID - Belajar politik dinilai bukan lagi sekadar urusan pejabat atau partai politik. Seorang konten kreator yang selama ini dikenal membahas finance, bisnis, dan makroekonomi mengungkap alasan mengapa kini mulai fokus membahas politik. Menurutnya, hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan politik, mulai dari lahir hingga meninggal dunia.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, ia mengaku banyak pihak mempertanyakan perubahan arah kontennya. Bahkan, ia mengaku sempat menerima berbagai tawaran dari partai politik, instansi pemerintah, hingga proyek kerja sama dengan pejabat. Meski demikian, ia menegaskan tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi politik masyarakat Indonesia.

Menurutnya, belajar politik merupakan kebutuhan setiap warga negara karena keputusan politik berdampak langsung terhadap ekonomi, bisnis, kesempatan kerja, hingga kesejahteraan masyarakat. Ia bahkan mengaku menyesal baru menyadari pentingnya memahami politik saat usianya menginjak 30 tahun.

Baca Juga: Sejarah Partai Politik di Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Reformasi, Ini Perjalanan Panjangnya

Politik Tidak Hanya Soal Pemerintahan

Dalam penjelasannya, ia mengatakan banyak orang memiliki persepsi bahwa politik identik dengan pemerintah, korupsi, atau perebutan kekuasaan. Padahal, secara sederhana politik merupakan ilmu mengenai bagaimana seseorang memengaruhi situasi atau orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Ia menyebut politik sebagai bentuk power play, yakni serangkaian aktivitas untuk memperoleh pengaruh. Konsep tersebut, menurutnya, hadir dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sejak seseorang masih bayi.

Sebagai contoh, bayi yang menangis saat lapar sebenarnya sedang menggunakan cara tertentu agar kebutuhannya dipenuhi. Dari situ, menurutnya, setiap manusia sudah mulai belajar memahami bagaimana memengaruhi lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga: Mengapa Partai Politik Penting di Indonesia? Ini Peran dan Fungsinya dalam Negara Demokrasi

Empat Tingkatan Politik dalam Kehidupan

Ia kemudian membagi politik menjadi empat tingkatan.

Pertama adalah personal politics, yaitu kemampuan mengelola diri sendiri. Contohnya memotivasi diri agar tetap disiplin berolahraga, belajar, atau mengendalikan emosi demi mencapai tujuan tertentu.

Kedua adalah interpersonal politics, yakni kemampuan memengaruhi orang lain. Dalam dunia kerja, seseorang harus memahami psikologi komunikasi, pemilihan kata, hingga cara memberikan kritik agar lawan bicara terdorong memperbaiki kinerjanya.

Menurutnya, pendekatan yang baik jauh lebih efektif dibanding memberikan kritik secara kasar. Tujuan utama komunikasi adalah membuat orang lain bersedia bekerja sama secara sukarela.

Organizational Politics Menentukan Karier

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bachtiar Tatag P

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler