Rocky Gerung Sebut 70 Persen Kabinet Bermasalah, Nilai Prabowo Kehilangan Sosok Pengkritik di Lingkaran Istana

photo author
Cecilia Dzakira Pasha, PetaPolitik.id
- Jumat, 10 Juli 2026 | 16:20 WIB
Rocky Gerung kembali mengkritik pemerintahan Prabowo, menyoroti kepemimpinan, kebijakan, dan dinamika politik yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.
Rocky Gerung kembali mengkritik pemerintahan Prabowo, menyoroti kepemimpinan, kebijakan, dan dinamika politik yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok, nilai tukar rupiah yang melemah, hingga potensi gangguan pasokan energi dapat memicu keresahan masyarakat apabila tidak segera diantisipasi pemerintah.

Baca Juga: Sistem Politik di Indonesia: Pengertian, Struktur, dan Peran Infrastruktur Politik yang Wajib Dipahami

Karena itu, ia menyarankan pemerintah lebih fokus pada kebijakan penghematan anggaran dan mengevaluasi sejumlah program yang membutuhkan pembiayaan besar.

Rocky menilai langkah mitigasi ekonomi jauh lebih penting dibanding memperbanyak program yang bersifat populis tetapi berpotensi membebani keuangan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga mengkritik pola pengambilan keputusan di lingkungan Istana. Ia menilai Presiden Prabowo membutuhkan tim yang mampu berperan sebagai devil’s advocate atau pihak yang berani menguji setiap kebijakan melalui perdebatan intelektual.

Baca Juga: Sistem Politik Indonesia: Pengertian, Sendi Pokok, dan Struktur Politik yang Wajib Dipahami Siswa

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh hanya dikelilingi oleh orang-orang yang selalu membenarkan setiap keputusan. Sebaliknya, kritik yang konstruktif justru diperlukan agar kebijakan yang diambil lebih matang.

Rocky mengatakan absennya ruang diskusi semacam itu membuat Presiden berpotensi menerima informasi yang tidak utuh sebelum mengambil keputusan strategis.

Di akhir diskusi, Rocky mengajak masyarakat sipil terus menghidupkan tradisi berpikir kritis melalui kampus, forum akademik, maupun ruang diskusi publik.

Baca Juga: Kenaikan gaji PNS 2026 masih menunggu keputusan pemerintah. Perpres 79 Tahun 2025 membuka peluang, namun belum dipastikan.

Ia menilai demokrasi hanya dapat berkembang apabila kritik tetap dijaga dan pemerintah membuka ruang dialog dengan berbagai kalangan.

Menurut Rocky, kualitas seorang pemimpin tidak cukup diukur dari tingkat elektabilitas semata, tetapi juga harus dilihat dari integritas, kapasitas intelektual, serta kemampuan menerima kritik dalam menjalankan pemerintahan.

 

source : youtube TV Tempo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cecilia Dzakira Pasha

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler