politik

Belajar Politik Jadi Kunci Sukses? Konten Kreator Ini Sebut Nasib Hidup Ditentukan Keputusan Politik

Selasa, 7 Juli 2026 | 13:20 WIB
Sebelum terlambat, pahami mengapa belajar politik bukan hanya urusan pejabat atau partai. Seorang konten kreator mengungkap bahwa hampir semua aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, karier, bisnis, hingga kondisi ekonomi—ditentukan oleh keputusan politik yang diambil para pemimpin.

Pembahasan kemudian berlanjut ke organizational politics, yang disebut sebagai tingkat politik paling rumit dalam dunia profesional.

Ia menjelaskan bahwa seseorang tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis untuk memperoleh promosi jabatan. Kemampuan membangun relasi, memperoleh dukungan rekan kerja, menjaga reputasi, hingga memahami dinamika organisasi menjadi faktor yang tak kalah penting.

Dalam organisasi, seseorang harus mampu membangun aliansi tanpa menimbulkan konflik dengan anggota lainnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme karena rekam jejak digital kini menjadi salah satu pertimbangan dalam dunia kerja.

Baca Juga: Culture War Adalah Apa? Memahami Perang Ideologi Liberal dan Konservatif yang Ramai Dibahas

Meski mengakui praktik bootlicking atau menjilat atasan kerap terjadi, ia menilai reputasi, integritas, dan kepercayaan tetap menjadi modal utama untuk membangun karier jangka panjang.

Civil Politics Menentukan Masa Depan Bangsa

Bagian terakhir yang paling ditekankan adalah civil politics, yakni politik dalam kehidupan bernegara.

Mengutip pemikiran filsuf Yunani Aristoteles, ia menjelaskan bahwa bentuk pemerintahan akan selalu memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh warga negara perlu memahami politik agar tidak mudah dipengaruhi oleh praktik politik uang atau manipulasi saat pemilu.

Baca Juga: Politik Identitas Masih Jadi Ancaman? Guru Besar Unhas Ungkap Cara Cegah Polarisasi di Indonesia

Menurutnya, dalam sistem demokrasi setiap suara memiliki nilai yang sama. Akibatnya, rendahnya literasi politik dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperoleh kekuasaan tanpa mempertimbangkan kepentingan rakyat.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang memahami politik akan lebih kritis dalam menentukan pilihan sehingga kualitas demokrasi dapat meningkat.

Di akhir videonya, ia mengutip pemikiran Plato yang menyebut bahwa orang yang tidak peduli terhadap politik pada akhirnya akan diperintah oleh orang-orang yang lebih buruk daripada dirinya.

Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat Indonesia mulai mempelajari politik, bukan sekadar mengikuti isu sesaat, melainkan memahami bagaimana keputusan politik memengaruhi ekonomi, bisnis, pendidikan, hingga masa depan bangsa. 

Halaman:

Tags

Terkini