politik

Politik dan Agama: Memahami Hubungan Kekuasaan, Kepercayaan, dan Peran Islam dalam Kehidupan Bernegara

Kamis, 9 Juli 2026 | 15:00 WIB
Politik dan agama sering dianggap sebagai dua hal yang berbeda, tetapi benarkah keduanya tidak bisa dipisahkan? Dalam kajian Pengantar Ilmu Politik, dijelaskan bagaimana kekuasaan, kepercayaan, dan nilai-nilai Islam saling berinteraksi dalam membentuk kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

PETAPOLITIK.ID - Politik dan agama menjadi dua konsep yang kerap diperbincangkan dalam kehidupan masyarakat. Hubungan keduanya sering memunculkan berbagai pandangan, mulai dari yang menilai keduanya tidak dapat dipisahkan hingga yang beranggapan bahwa politik dan agama memiliki ruang yang berbeda. Dalam materi Pengantar Ilmu Politik yang disampaikan dosen Zulfadhli Indonesia, dijelaskan bahwa politik dan agama memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pembahasan mengenai politik dan agama diawali dengan penjelasan mengenai definisi politik sebagai kumpulan masyarakat yang hidup dalam suatu wilayah dengan tujuan bersama serta diatur melalui kebijakan yang ditetapkan oleh para pemimpin. Dari pengertian tersebut, politik bukan sekadar soal perebutan kekuasaan, melainkan juga menyangkut pengelolaan kehidupan bersama demi mencapai tujuan yang telah disepakati.

Dalam penjelasannya, hubungan politik dan agama dipahami melalui berbagai perspektif. Politik dipandang sebagai instrumen pengaturan kehidupan sosial, sedangkan agama menjadi pedoman moral dan keyakinan yang membimbing perilaku manusia. Keduanya dinilai saling berinteraksi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam proses pembentukan kebijakan dan kepemimpinan.

Baca Juga: Kunjungan Narendra Modi ke DPR RI, Prabowo Tegaskan Hubungan Indonesia-India Makin Strategis

Definisi Politik dalam Ilmu Politik

Menurut materi yang disampaikan, politik memiliki beberapa pengelompokan definisi. Pertama, politik dipahami sebagai bagian dari kehidupan kewarganegaraan. Kedua, politik berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan seluruh aktivitas yang berhubungan dengan negara. Ketiga, politik dipandang sebagai proses pengambilan kebijakan untuk mewujudkan cita-cita suatu bangsa maupun daerah.

Melalui ketiga definisi tersebut, politik tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan semata, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dalam mencapai tujuan bersama. Hubungan antara warga negara dan pemimpin menjadi bagian penting dalam sistem politik yang sehat.

Politik dan Agama Saling Berkaitan

Dalam pembahasannya, dijelaskan bahwa agama dan politik memang memiliki karakter yang berbeda. Politik berhubungan dengan kewenangan dan kekuasaan, sedangkan agama berkaitan dengan kepercayaan serta nilai-nilai spiritual yang diyakini masyarakat.

Baca Juga: Politik Uang Pemilu Indonesia Makin Canggih, Benarkah Demokrasi Terancam oleh Transaksi Politik?

Namun demikian, keduanya dapat berjalan beriringan. Dalam perspektif Islam, manusia dipandang sebagai khalifah atau pemimpin yang memiliki tanggung jawab mengelola kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini. Karena itu, agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan antarsesama manusia dalam kehidupan sosial.

Materi tersebut juga menjelaskan bahwa Islam dipandang sebagai agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Nilai-nilai keagamaan dinilai mampu menjadi pedoman dalam membangun kehidupan sosial, termasuk dalam praktik politik yang mengedepankan keadilan, tanggung jawab, dan kemaslahatan masyarakat.

Keberagaman Agama dalam Kehidupan Berbangsa

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman agama, suku, dan budaya. Kondisi tersebut membuat hubungan antara politik dan agama menjadi isu yang selalu relevan untuk dipelajari.

Baca Juga: Sistem Politik Indonesia Terungkap, Begini Cara Input dan Output Membentuk Arah Demokrasi Nasional

Halaman:

Tags

Terkini