politik

Kenapa Sistem Politik Indonesia Dicap Menyebalkan? Dosen Unisa Yogyakarta Bongkar Fakta Mengejutkan Ini!

Kamis, 9 Juli 2026 | 17:00 WIB
Memahami sistem politik Indonesia bukan sekadar mengenal kekuasaan, tetapi memahami bagaimana negara, pemerintah, dan rakyat bekerja bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan demokrasi yang sehat.

PETAPOLITIK.ID - Opini publik sering kali memandang dunia politik sebagai sesuatu yang kotor, kejam, dan penuh dengan intrik negatif. Di tengah karut-marut kondisi tanah air saat ini, tidak sedikit masyarakat yang merasa jera dan menganggap dinamika tata negara kita berada dalam kondisi yang sangat kacau. Namun, apakah kita benar-benar memahami bagaimana roda penggerak negara ini bekerja? Dosen Program Studi Komunikasi Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Hari Akbar Sugiantoro, mengupas tuntas esensi mendasar dari Sistem Politik Indonesia demi memberikan edukasi politik yang jernih bagi generasi muda.

Menurut Hari Akbar, pemahaman yang mendalam mengenai Sistem Politik Indonesia sangat krusial agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak lagi terjebak dan dipimpin oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di bidang politik. Langkah awal untuk membedah kompleksitas ini adalah dengan memisahkan definisi antara kata "sistem" dan "politik" itu sendiri secara sistematis agar tidak terjadi tumpang tindih pemahaman.

Secara teoretis, definisi sistem merujuk pada pandangan para ahli seperti Ludwig Von Bertalanffy yang menyatakan bahwa sistem adalah sekumpulan unsur yang saling berinteraksi. Sementara itu, Prajudi mendefinisikannya sebagai jaringan prosedur yang saling berkaitan satu sama lain menurut pola yang bulat untuk menggerakkan fungsi utama. Hari Akbar menyederhanakan teori ini dengan menganalogikan sebuah kendaraan bermotor.

"Kenapa motor bisa berjalan maju? Karena motor memiliki serangkaian unsur yang sistematis," ujarnya dalam tayangan edukasi tersebut. Di dalam motor, terdapat komponen terkecil seperti piston, rantai, ring piston, oli, hingga busi. Namun, mesin yang hidup tidak akan bisa berjalan tanpa adanya elemen pendukung lain seperti rantai, roda, setang, dan tentu saja sang pengemudi. Seluruh elemen yang berbeda pola ini saling terikat untuk mencapai satu tujuan bersama, yaitu menggerakkan kendaraan. Jika satu komponen rusak, maka seluruh kinerja instrumen akan terganggu, persis seperti birokrasi pengurusan KTP yang sering dikeluhkan masyarakat akibat sistem yang pincang.

Beranjak ke pemaknaan politik, stigma negatif seperti "politik itu kejam seperti ibu tiri" jamak terdengar di masyarakat. Mengacu pada sosiolog Max Weber, politik dimaknai sebagai sarana perjuangan untuk mempengaruhi pendistribusian kekuasaan, baik antarnegara maupun antarhukum dalam suatu negara. Proses mempengaruhi inilah yang menjadi inti dari pergerakan kekuasaan tersebut.

Di sisi lain, pakar ilmu politik terkemuka Indonesia, Miriam Budiardjo, menekankan bahwa politik melibatkan bermacam-macam kegiatan dalam menentukan dan melaksanakan tujuan yang menyangkut seluruh masyarakat (public good). Hari Akbar menggarisbawahi poin penting dari Miriam Budiardjo bahwa tujuan politik sejati bukanlah untuk memuaskan ego atau kepentingan pribadi seseorang. Realitas saat ini memang memperlihatkan pergeseran di mana politik kerap dijadikan alat pemuas egoisme pribadi, namun esensi murninya harus tetap dijaga demi kemaslahatan bersama.

Jika kedua istilah tersebut digabungkan, maka Sistem Politik Indonesia dapat diartikan sebagai berbagai macam kegiatan, struktur, dan fungsi yang bekerja dalam satu kesatuan masyarakat negara untuk mencapai tujuan nasional. Politik itu sendiri pada akhirnya merupakan sebuah seni interaksi yang unik antara pemerintah dan rakyat dalam merumuskan kebijakan yang mengikat demi kebaikan bersama di suatu wilayah. Maturity atau kedewasaan proses politik inilah yang menjadi indikator utama apakah sebuah bangsa dapat dikategorikan sebagai bangsa yang besar atau tidak.

Hari Akbar menutup penjelasannya dengan sebuah refleksi mendalam mengenai kondisi tata kelola negara saat ini. Tujuan utama dari berjalannya sebuah roda pemerintahan melalui sistem tata negara yang baik adalah untuk menyejahterakan seluruh rakyatnya. Oleh karena itu, jika hingga saat ini masyarakat belum merasakan kesejahteraan yang merata, dapat dipastikan bahwa ada sesuatu yang keliru dan salah dalam penerapan sistem politik di Indonesia yang harus dikritisi bersama.

 

source youtube hari akbar

Tags

Terkini