PETAPOLITIK.ID - Podcast Rocky Gerung bersama Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda, menghadirkan diskusi panjang mengenai kepemimpinan, pembangunan daerah, hingga masa depan Indonesia. Percakapan yang tayang di kanal Tumbuh Institute itu tidak hanya membahas perjalanan politik Sherly, tetapi juga mengulas tantangan membangun Maluku Utara di tengah potensi besar sumber daya alam dan berbagai persoalan sosial.
Rocky Gerung membuka diskusi dengan menyebut kemunculan Sherly Tjoanda sebagai fenomena yang jarang terjadi dalam politik Indonesia. Menurutnya, seorang perempuan dari kelompok minoritas yang tiba-tiba harus menggantikan almarhum suaminya dalam kontestasi Pilkada merupakan peristiwa politik yang memiliki makna besar.
Sherly menjelaskan bahwa keputusan maju sebagai calon gubernur bukanlah sesuatu yang direncanakan. Setelah sang suami, Benny Laos, meninggal dunia akibat kecelakaan, ia sempat berniat meninggalkan Maluku Utara dan kembali ke Jakarta bersama anak-anaknya.
Namun, dorongan dari keluarga, relawan, partai politik, hingga masyarakat membuatnya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Ia mengaku ingin melanjutkan gagasan pembangunan yang selama ini diperjuangkan oleh almarhum suaminya.
Dalam perbincangan itu, Sherly menegaskan dirinya tidak pernah menganggap status sebagai perempuan sebagai kelemahan. Menurutnya, perempuan memiliki kekuatan, empati, dan kemampuan merawat yang justru menjadi modal penting dalam memimpin.
Ia juga mengingatkan bahwa selama ini belum pernah ada perempuan yang memimpin Maluku Utara. Meski demikian, ia memilih fokus pada kapasitas dan program kerja dibanding menjadikan identitas sebagai isu politik.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Era Ekonomi Kecerdasan, Singgung AI hingga Isu Ijazah Palsu dan Agenda Politik
Rocky Gerung menilai kepemimpinan perempuan membawa perspektif berbeda, terutama dalam menghadirkan keadilan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Sherly mengungkapkan tiga sektor utama yang akan menjadi fokus pemerintahannya, yakni pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Ia menyebut sekitar 27 persen lulusan SMP di Maluku Utara belum mampu melanjutkan pendidikan ke SMA karena keterbatasan ekonomi. Kondisi serupa juga terjadi pada lulusan SMA yang kesulitan mengakses perguruan tinggi.
Karena itu, ia berencana mengalokasikan anggaran daerah secara lebih efisien agar program beasiswa dapat segera direalisasikan.
Baca Juga: Purbaya Yudi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 6 Persen, Ini Strategi Pemerintah
Selain pendidikan, Sherly juga ingin meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mulai dari penyediaan tenaga medis hingga pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih memadai.